Atasan yang luar biasa

<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(0, 0, 0); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="-webkit-font-kerning: none;"><font face="Verdana">Kami mempunyai atasan yang luar biasa. Orang lain mengatakan beliau adalah sangat visioner. Sasaran kinerja yang diinginkannya sangatlah menantang bahkan sebagian orang mengatakan bahwa sasaran tersebut mustahil bisa dicapai.</font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(0, 0, 0); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Hampir semua orang alergi dengan sasaran tersebut. Orang-orang diseputar saya cenderung menolak untuk mengejar sasaran yang dicanangkan sang atasan tersebut.</font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(0, 0, 0); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Kadangkala saya sendiri bingung menghadapi atasan tersebut. Mau membantah kok takut. Tidak dibantah kok sedikit banyak saya setuju dengan teman-teman yang lain.</font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(0, 0, 0); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Apakah memang ada tipe-tipe pemimpin yang ke GR-an seperti beliau?</font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(0, 0, 0); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="-webkit-font-kerning: none;"><font face="Verdana">Terima kasih - Unandi </font></span></p>

Kami mempunyai atasan yang luar biasa. Orang lain mengatakan beliau adalah sangat visioner. Sasaran kinerja yang diinginkannya sangatlah menantang bahkan sebagian orang mengatakan bahwa sasaran tersebut mustahil bisa dicapai.

Hampir semua orang alergi dengan sasaran tersebut. Orang-orang diseputar saya cenderung menolak untuk mengejar sasaran yang dicanangkan sang atasan tersebut.

Kadangkala saya sendiri bingung menghadapi atasan tersebut. Mau membantah kok takut. Tidak dibantah kok sedikit banyak saya setuju dengan teman-teman yang lain.

Apakah memang ada tipe-tipe pemimpin yang ke GR-an seperti beliau?

Terima kasih - Unandi 




Ulasan Pembaca


Pengirim: George Rifai | Tanggal: 2019-10-04

Pemimpin visioner biasanya memiliki sasaran yang amat sangat menantang baik untuk dirinya ataupun untuk tim yang dipimpinnya. Dengan demikian disaat yang bersangkutan menyampaikan sasaran menantang ke anak buahnya tersebut maka tentunya ada diantaranya yang senang dan ada pula justru yang `mbudreg` (mumet, tidak percaya dan mempertanyakan).

Menjadi pemimpin, apapun yang dilakukannya bahkan apapun yang tidak dilakukannya akan menjadi bahan gunjingan. So siapapun yang sudah menerima amanah kepemimpinan, nggak usah baper dengan segala pergunjingan yang dilakukan oleh orang-orang di seputarnya, termasuk anak buah. Berfokuslah ke bagaimana mewujudkan sasaran yang diinginkan, terlepas sesulit apapun kendala yang menghadang untuk mewujudkan sasaran tersebut.

Kembali ke konteks pertanyaan dan kondisi anda. Ehm.... syukurilah memiliki jenis Boz yang seperti apapun, termasuk Boz tersebut. Tugas utama anda adalah membantu atasan untuk mewujudkan sasaran yang diinginkannya. Memiliki atasan dengan visi yang sangat menantang adalah kesempatan yang jarang dan karenanya jadikan hal tersebut sebagai proses pembelajaran yang berharga.

Anda nggak perlu takut sama atasan seperti ini, justru malah harus antusias. Bila anda merasa ragu dengan sasaran yang dicanangkan atasan tersebut, jangan ragu untuk mendiskusikannya. Namun tetap saja, perhatikan kesibukan dan mood atasan saat anda mempertanyakan ataupun meragukan sasaran yang telah dicanangkannya. Kalau bisa disampaikan di forum maka sampaikanlah namun kalau tidak bisa, minta waktu untuk berdiskusi.

Mencanangkan sasaran yang menantang (bahasa umumnya disebut visioner), hanyalah tahapan awal bagi pemimpin yang mengerti. Tahapan selanjutnya adalah melakukan internalisasi atas hal tersebut. 

Pemimpin dengan sasaran yang menantang adalah ciri-ciri awal (ingat ya, hanya ciri-ciri awal) pemimpin berkategori hebat. Nah pemimpin hebat sadar bahwa sasaran yang menantang adalah sesuatu yang mungkin sulit bagi kebanyakan orang oleh karenanya yang bersangkutan siap untuk mendiskusikan hal tersebut. Membuka ruang diskusi dan perdebatan adalah merupakan proses internalisasi. Mereka tidak alergi dengan diskusi, perdebatan, adu data, dan lain sebagainya serta mereka tidak baperan dengan berbagai respon yang ada —apakah itu negatif ataupun positif.

Namun perlu anda ingat bahwa pemimpin yang hebat seringkali tidak dengan mudahnya memberikan jawaban atas setiap pertanyaan namun justru sebaliknya, mereka adalah penanya yang hebat. Ada alasan dibalik kemampuan bertanya-nya, dalam proses internalisasi mereka berkeyakinan bahwa langkah terbaik untuk menggoncang pemikiran orang adalah dengan cara bertanya. Dan karenanya, persiapkan diri anda. Bersiap-siaplah untuk adu data dan argumentasi.

Dari proses internalisasi yang intens inilah akan muncul berbagai perubahan dan memunculkan berbagai inisiatif inovatif. Ujian awalnya adalah apakah berbagai inisiatif tersebut menghasilkan sejumlah small win ataukah tidak. Small win adalah penyemangat untuk pencapaian big win yakni mencapai sasaran yang menantang, apapun  itu bentuknya. 

Lalu bagaimana bila small win tidak dicapai? Ingat bahwa pemimpin hebat memiliki prinsip umum: be tough on goal but be flexible on the way. Mereka tidak akan menggeser sasaran menantang-nya tersebut namun mereka akan merubah-rubah cara untuk mencapai sasaran tersebut.

Selamat berselancar dengan pemimpin yang visioner tersebut. Semoga pemimpin anda betul-betul tidak sebatas visioner saja namun diikuti dengan langkah-langkah sebagaimana yang saya sebut diatas. 

Kenapa semoga? Karena ada juga sebagian pemimpin yang visioner namun hanya sebatas visioner belaka. Mereka tidak melakukan tahapan-tahapan lanjutan sebagaimana yang dilakukan pemimpin hebat. Mungkin karena daya analisisnya yang belum tajam ataukah memang masih bermodalkan semangat saja.

Anyway, semoga jawaban tersebut bermanfaat dan salam bizente


Silahkan LOGIN dan berikan ulasan atau diskusi yang positif.