Pasangan yang diluar harapan

<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="-webkit-font-kerning: none;"><font face="Verdana">Kamu mah enak! Istrimu cantik. Udah gitu istrimu selalu penuh senyuman: kata Dulfare ke James. Lha istriku… sudah jelek namun bawelnya minta ampun. Muka istriku selalu nyaprut seperti penuh penderitaan: lanjut Dulfare.</font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Bila waktu boleh diputar, rasanya tak sudi beristri dengan dirinya. Tapi mau gimana lagi, anak sudah 3. Orang bilang sudah kasep dah…: Dulfare melenguh pelan.</font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Whalah Dul-Dul…lagakmu tuch ya, sok menderita. Kamu cuma lihat casing-nya saja sih. Btw mbok coba sekali-kali agak sok kepo napa tentang perasaanku: timpal James.</font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Lho emang kenapa Bro: tiba-tiba Dulfare berucap seperti orang yang baru terbangun dari mimpi. Muka yang tadinya menggambarkan kedukaan menghilang dan berganti dengan muka cerah penuh rasa penasaran. </font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Bojo-mu kan bening, cantik, hidung mancung, body aduhai, duch pokoke ngegemesin dech.. wis aku ngiri gazpol dech ama dirimu. Bojo-mu iku bojo idaman lho: lanjut Dulfare dengan penuh penasaran.</font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Ehm… emang cantik. Akupun tergila-gila dengannya dulu juga karena kecantikannya yang  sungguh menawan. Betul-betul casing yang mempesona. Namun setelah kami hidup bersama… istri-ku ternyata hanya pandai merawat diri saja. Dia kurang menaruh perhatian padaku hingga terpaksa aku melayani sendiri. Mau ngopi, bikin sendiri. Mau makan, ya ambil sendiri, keluar kota: ya cari baju dan nyusun baju di koper ya serba sendiri, pokoke serba mandiri dach. Aku kembali bagaikan anak kos-kosan. Sayangnya, kos di rumahku sendiri…: ujar James dengan pandangan kosong.</font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Dulfare terbengong-bengong mendengar curcol James. Betapa kagetnya dirinya. Dul membatin: selama ini aku selalu terpesona saat melihat istri James yang selalu menggelayutkan tangannya ke lengan James di acara-acara publik yang dihadirinya. Pesona casing-nya menyita perhatian banyak orang, termasuk aku. Suara dan senyumnya…owh sungguh indah didengar dan dilihat. Betapa seringnya aku curi pandang ke istri James.</font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Istri-ku males beres-beres rumah: lanjut James tiba-tiba menyentak lamunan Dulfare. Memang di rumah ada pembantu namun saat pembantu tidak bisa digilir pulang, wach rumah bak kapal pecah. Barang-barang ber-tebaran nggak karu-karuan. Terpaksa aku turun tangan membereskan semuanya. Masakpun tak pernah mau belajar, dia hanya bisa masak masakan yang sederhana. Kasihan anak-anakku disaat absennya pembantu. </font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">James dengan lancarnya mengungkapkan uneg-uneg yang selama ini tersimpan rapat. Entah apa yang menjadi penyebab James menjadi demikian terbuka soal apa yang selama ini terjadi. Wajah James demikian hanyut dengan perasaan hatinya. Ekspresi sedih dan galaunya begitu mudah dibaca.</font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Curcol James membuat suasana menjadi hening. Masing-masing hanyut dalam lamunan dengan kepala menunduk kecuali Fardad yang dari tadi terus tersenyum memperhatikan curcol mereka berdua.</font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Bagaimana dengan dirimu Ad, kamu dari tadi cuma senyam-senyum aja?: tanya Dulfare pada Fardad yang dari tadi asyik menyimak apa yang dikatakan Dulfare dan James.</font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Ehm…., gimana ya: ujar Fardad. </font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Sudahlah ngaku aja-lah, nggak usah sungkan-sungkan: timpal Dulfare.  </font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Bukan gitu Dul, akupun pernah seperti kalian. Siapa sih yang tidak pernah melalui jalan seperti kalian? Saya yakin semua orang pernah melewati jalur tersebut. Namun bagiku, masa itu sudah aku lalui dech.</font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Tiba-tiba James mendongakkan kepala memperhatikan Fardad. James sangat tertarik dengan pernyataan Fardad. </font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Duluuu, akupun seperti kalian. Emang sedih rasanya bila kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan. Galau, protes, dan amarah terpendam bercampur baur menjadi satu. Diantara yang kita dapatkan, ternyata ada banyak pula yang tidak kita dapatkan. </font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Kita ini terdidik dan terbiasa rakus, ingin mendapatkan semua yang kita inginkan. Padahal semua daftar keinginan yang kita miliki tidak semuanya bakal kita dapatkan. Sebetulnya apa yang tidak kita dapatkan dari sekian daftar keinginan adalah merupakan bentuk ujian pendewasaan dan kematangan kita. </font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Coba kamu hitung daftar keinginanmu tentang istri-mu? Apa yang kalian ceritakan adalah yang kalian tidak dapatkan bukan? Atau kalian dapatkan namun bukan yang kalian inginkan-kan? Itu sebetulnya ujian bagi pendewasaan kalian. </font></span></p><p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Pendewasaan kita terlihat dari bagaimana respon kita: apakah kita ber-opini dan bertindak negatif —apalagi terlalu negatif, atas apa yang tidak kita dapatkan? Apakah kita cukup toleran atas apa yang tidak kita dapatkan? Bisakah kita melihat alternatif opini dan tindakan (selain opini dan tindakan negatif) atas apa yang tidak kita dapatkan?</font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Lho masak kita main terima aja atas apa yang tidak kita dapatkan? Padahal itu kan masuk daftar keinginan?: sela Dulfare.</font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Ehm… coba geser dulu rasa tidak terima tersebut. Taruh urutan yang paling belakang dech. Kembangkan berbagai perspektif dulu, coba bila istrimu tidak crewet…kira-kira apa efeknya bagimu? Dan apakah istrimu benar-benar jelek? </font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Whelah… aku ini orangnya selebor, boros, ngaco, dan lain sebagainya dech. Crewetnya istri meminimalkan hal-hal tersebut. Masakannya maknyus, pinter nata rumah, dan amat perhatian ama anakSoal paras istriku nggak jelek-jelek amat, manis sih. Cuma jauh lebih bening dan menawan istrinya James: ujar Dulfare.</font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Sudah-sudah, gawat nich…nanti kalian saling ganti istri pula: sela Fardad. </font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Gini dech, fokus aja pada sisi-sisi positif pasangan, sisi negatif (yang tidak kita dapatkan) maklumin aja dech. Namun bila kalian masih nggak terima dengan daftar keinginan yang tidak didapatkan tersebut, mbok ya dibicarakan aja pelan-pelan dan bujuk serta dampingin istri untuk melakukan hal yang masuk dalam daftar keinginan. Misal buat James nich… luangkan waktu untuk masak bersama-sama, bersih-bersih rumah bersama-sama, dan seterusnya. Berjuanglah dengan lembut agar daftar keinginan yang menjadi kenyataan semakin bertambah dari waktu ke waktu.</font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Menurutku nich, kehidupan berumah tangga yang harmoni itu perlu diperjuangkan. Kondisi  harmoni tidak cukup hanya berdasarkan tuntut menuntut belaka. Dan satu hal yang perlu diingat, diantara kita dan pasangan kita ada anak. Tumbuh kembang anak sangat tergantung pada dinamika hubungan kita dan pasangan. Kita harus pandai mengelola ego kita agar anak-anak bisa tumbuh dengan baik dan bisa menjadi kebanggaan.</font></span></p>
<p style="margin: 0px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="-webkit-font-kerning: none;"><font face="Verdana">Eh sorry, kok aku jadi banyak ngomong macam ngasih kuliah aja ya. Udahlah selamat berjuang buat kalian dua. Aku pergi dulu ya…: tiba-tiba Fardad bangkit dan pergi meninggalkan Dulfare dan James.</font></span></p>

Kamu mah enak! Istrimu cantik. Udah gitu istrimu selalu penuh senyuman: kata Dulfare ke James. Lha istriku… sudah jelek namun bawelnya minta ampun. Muka istriku selalu nyaprut seperti penuh penderitaan: lanjut Dulfare.

Bila waktu boleh diputar, rasanya tak sudi beristri dengan dirinya. Tapi mau gimana lagi, anak sudah 3. Orang bilang sudah kasep dah…: Dulfare melenguh pelan.

Whalah Dul-Dul…lagakmu tuch ya, sok menderita. Kamu cuma lihat casing-nya saja sih. Btw mbok coba sekali-kali agak sok kepo napa tentang perasaanku: timpal James.

Lho emang kenapa Bro: tiba-tiba Dulfare berucap seperti orang yang baru terbangun dari mimpi. Muka yang tadinya menggambarkan kedukaan menghilang dan berganti dengan muka cerah penuh rasa penasaran. 

Bojo-mu kan bening, cantik, hidung mancung, body aduhai, duch pokoke ngegemesin dech.. wis aku ngiri gazpol dech ama dirimu. Bojo-mu iku bojo idaman lho: lanjut Dulfare dengan penuh penasaran.


Ehm… emang cantik. Akupun tergila-gila dengannya dulu juga karena kecantikannya yang  sungguh menawan. Betul-betul casing yang mempesona. Namun setelah kami hidup bersama… istri-ku ternyata hanya pandai merawat diri saja. Dia kurang menaruh perhatian padaku hingga terpaksa aku melayani sendiri. Mau ngopi, bikin sendiri. Mau makan, ya ambil sendiri, keluar kota: ya cari baju dan nyusun baju di koper ya serba sendiri, pokoke serba mandiri dach. Aku kembali bagaikan anak kos-kosan. Sayangnya, kos di rumahku sendiri…: ujar James dengan pandangan kosong.

Dulfare terbengong-bengong mendengar curcol James. Betapa kagetnya dirinya. Dul membatin: selama ini aku selalu terpesona saat melihat istri James yang selalu menggelayutkan tangannya ke lengan James di acara-acara publik yang dihadirinya. Pesona casing-nya menyita perhatian banyak orang, termasuk aku. Suara dan senyumnya…owh sungguh indah didengar dan dilihat. Betapa seringnya aku curi pandang ke istri James.

Istri-ku males beres-beres rumah: lanjut James tiba-tiba menyentak lamunan Dulfare. Memang di rumah ada pembantu namun saat pembantu tidak bisa digilir pulang, wach rumah bak kapal pecah. Barang-barang ber-tebaran nggak karu-karuan. Terpaksa aku turun tangan membereskan semuanya. Masakpun tak pernah mau belajar, dia hanya bisa masak masakan yang sederhana. Kasihan anak-anakku disaat absennya pembantu. 

James dengan lancarnya mengungkapkan uneg-uneg yang selama ini tersimpan rapat. Entah apa yang menjadi penyebab James menjadi demikian terbuka soal apa yang selama ini terjadi. Wajah James demikian hanyut dengan perasaan hatinya. Ekspresi sedih dan galaunya begitu mudah dibaca.

Curcol James membuat suasana menjadi hening. Masing-masing hanyut dalam lamunan dengan kepala menunduk kecuali Fardad yang dari tadi terus tersenyum memperhatikan curcol mereka berdua.

Bagaimana dengan dirimu Ad, kamu dari tadi cuma senyam-senyum aja?: tanya Dulfare pada Fardad yang dari tadi asyik menyimak apa yang dikatakan Dulfare dan James.

Ehm…., gimana ya: ujar Fardad. 

Sudahlah ngaku aja-lah, nggak usah sungkan-sungkan: timpal Dulfare.  

Bukan gitu Dul, akupun pernah seperti kalian. Siapa sih yang tidak pernah melalui jalan seperti kalian? Saya yakin semua orang pernah melewati jalur tersebut. Namun bagiku, masa itu sudah aku lalui dech.

Tiba-tiba James mendongakkan kepala memperhatikan Fardad. James sangat tertarik dengan pernyataan Fardad. 

Duluuu, akupun seperti kalian. Emang sedih rasanya bila kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan. Galau, protes, dan amarah terpendam bercampur baur menjadi satu. Diantara yang kita dapatkan, ternyata ada banyak pula yang tidak kita dapatkan. 

Kita ini terdidik dan terbiasa rakus, ingin mendapatkan semua yang kita inginkan. Padahal semua daftar keinginan yang kita miliki tidak semuanya bakal kita dapatkan. Sebetulnya apa yang tidak kita dapatkan dari sekian daftar keinginan adalah merupakan bentuk ujian pendewasaan dan kematangan kita. 

Coba kamu hitung daftar keinginanmu tentang istri-mu? Apa yang kalian ceritakan adalah yang kalian tidak dapatkan bukan? Atau kalian dapatkan namun bukan yang kalian inginkan-kan? Itu sebetulnya ujian bagi pendewasaan kalian. 

Pendewasaan kita terlihat dari bagaimana respon kita: apakah kita ber-opini dan bertindak negatif —apalagi terlalu negatif, atas apa yang tidak kita dapatkan? Apakah kita cukup toleran atas apa yang tidak kita dapatkan? Bisakah kita melihat alternatif opini dan tindakan (selain opini dan tindakan negatif) atas apa yang tidak kita dapatkan?

Lho masak kita main terima aja atas apa yang tidak kita dapatkan? Padahal itu kan masuk daftar keinginan?: sela Dulfare.

Ehm… coba geser dulu rasa tidak terima tersebut. Taruh urutan yang paling belakang dech. Kembangkan berbagai perspektif dulu, coba bila istrimu tidak crewet…kira-kira apa efeknya bagimu? Dan apakah istrimu benar-benar jelek? 

Whelah… aku ini orangnya selebor, boros, ngaco, dan lain sebagainya dech. Crewetnya istri meminimalkan hal-hal tersebut. Masakannya maknyus, pinter nata rumah, dan amat perhatian ama anakSoal paras istriku nggak jelek-jelek amat, manis sih. Cuma jauh lebih bening dan menawan istrinya James: ujar Dulfare.

Sudah-sudah, gawat nich…nanti kalian saling ganti istri pula: sela Fardad. 

Gini dech, fokus aja pada sisi-sisi positif pasangan, sisi negatif (yang tidak kita dapatkan) maklumin aja dech. Namun bila kalian masih nggak terima dengan daftar keinginan yang tidak didapatkan tersebut, mbok ya dibicarakan aja pelan-pelan dan bujuk serta dampingin istri untuk melakukan hal yang masuk dalam daftar keinginan. Misal buat James nich… luangkan waktu untuk masak bersama-sama, bersih-bersih rumah bersama-sama, dan seterusnya. Berjuanglah dengan lembut agar daftar keinginan yang menjadi kenyataan semakin bertambah dari waktu ke waktu.

Menurutku nich, kehidupan berumah tangga yang harmoni itu perlu diperjuangkan. Kondisi  harmoni tidak cukup hanya berdasarkan tuntut menuntut belaka. Dan satu hal yang perlu diingat, diantara kita dan pasangan kita ada anak. Tumbuh kembang anak sangat tergantung pada dinamika hubungan kita dan pasangan. Kita harus pandai mengelola ego kita agar anak-anak bisa tumbuh dengan baik dan bisa menjadi kebanggaan.

Eh sorry, kok aku jadi banyak ngomong macam ngasih kuliah aja ya. Udahlah selamat berjuang buat kalian dua. Aku pergi dulu ya…: tiba-tiba Fardad bangkit dan pergi meninggalkan Dulfare dan James.



Ulasan Pembaca



Silahkan LOGIN dan berikan ulasan atau diskusi yang positif.