Loyalitas Karyawan

<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal;"><span style="-webkit-font-kerning: none;"><font face="Verdana">Menuntut loyalitas karyawan bagi perusahaan adalah hal yang wajar-wajar saja. Semua perusahaan menginginkan loyalitas karyawannya agar kesinambungan perusahaan berjalan dengan baik. Perspektif loyalitas disini adalah tetap bersama perusahaan walaupun perusahaan dalam kondisi apapun.</font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal;"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Dengan demikian bila ada karyawan menyampaikan rencana masa depannya tidak tetap bersama perusahaan maka yang bersangkutan akan mendapatkan respon yang terkesan tidak mengenakkan; entah itu berupa pelototan mata yang tersamar, senyuman sinis, bahkan teguran lisan dengan mengatakan tidak elok-lah, dan lain sebagainya. Cibiran makin bila hal tersebut disampaikan di forum formal. </font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal;"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Mereka yang memberikan respon yang tidak mengenakkan tersebut beranggapan bahwa perusahaan sudah cape-cape merekrut yang bersangkutan, lalu memberikan berbagai pelatihan, fasilitas, dan benefit yang lainnya…. kok dibalas dengan ketidaksetiaan. Itu namanya pengkhianatan… Itu namanya air susu dibalas dengan air toba. Ups, tuduhan yang berat.</font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal;"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Namun demikian di zaman kekinian, tuntutan perusahaan untuk mendapatkan loyalitas karyawan dengan perspektif loyalitas sebagaimana tersebut diatas sudah semakin sulit. Karyawan di zaman sekarang memiliki perspektif loyalitas yang berbeda.  </font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal;"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Mereka berpandangan bahwa loyalitas sudah selayaknya tidak diberikan ke perusahaan sebagai institusi namun loyalitas hanya patut diberikan ke profesi yang diminati. Ya, mereka hanya loyal pada profesinya. Mereka kurang peduli dengan apa yang terjadi pada perusahaannya namun amat sangat peduli dengan profesi yang saat ini diminati. Selama profesi yang menjadi minatnya memiliki dinamika yang masih sesuai dengan harapannya maka yang bersangkutan akan tetap bersama perusahaan namun bila sebaliknya maka dengan mudahnya mereka meninggalkan perusahaan tersebut, terlepas apapun kondisi perusahaan. </font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal;"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Mereka betul-betul loyal hanya pada profesi dan sama sekali tidak loyal pada perusahaan. Kebersamaan mereka bersama perusahaan sangat bergantung pada apakah perusahaan menaruh perhatian yang sama besar untuk menghargai dan mengembangkan profesi yang saat ini diminatinya. </font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal;"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Ade adalah seorang manajer lini pertama departemen tertentu di sebuah perusahaan importir makanan minuman yang cukup terkenal. Di umurnya yang belum mencapai angka 30, yang bersangkutan sudah bergonta ganti perusahaan. Perusahaan yang sekarang adalah perusahaan yang ke 6. Ade baru bergabung kurang 3 bulan dengan perusahaan keenam tersebut. Walaupun bergabung kurang dari 3 bulan namun ternyata yang bersangkutan sudah merencanakan untuk berpindah lagi. </font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal;"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Ade sangat antusias bertemu dengan sejumlah <i>headhunter</i> yang telah menghubunginya dan beberapa diantaranya berlanjut untuk ketemu dengan klien sang <i>headhunter</i>. Mengapa Ade sangat antusias melakukan hal tersebut? Ade merasa bahwa tanggung jawab yang diberikan padanya kurang menantang dalam mengembangkan profesi yang diminatinya, terlalu banyak batasan. Ade merasa bahwa profesinya tidak bakal berkembang kalau berlama-lama di perusahaan ini. Dan memang tak lama kemudian Ade sudah pindah ke perusahaan lainnya. </font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal;"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Namun demikian bukan berarti Ade tidak pernah tinggal cukup lama di perusahaan tertentu. Ade pernah bersama suatu perusahaan hingga 3 tahun lamanya, hal ini terjadi karena Ade merasa bahwa profesi yang diminatinya mendapatkan perhatian yang cukup besar dari perusahaan hingga yang bersangkutan sangat antusias mengasah kemampuan dan keahliannya dalam menekuni profesi yang diminatinya. </font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal;"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Bagi Ade, gonta ganti perusahaan adalah hal yang amat wajar. Dengan loyal pada profesi maka otomatis saya akan bersungguh-sungguh menjalankan profesi tersebut. Kesungguhan saya tersebut tentunya akan menghasilkan produktivitas yang menjadi fokus perusahaan. Loyalitas saya pada profesi akhirnya toch menguntungkan perusahaan.</font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal;"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Saya tidak risau dengan berapa lama saya bergabung dengan perusahaan. Walaupun saya bergabung hanya 3 - 6 bulan, saya serius menjalani profesi saya sehingga dalam kurun waktu yang singkat tersebut saya tetap memberikan kontribusi yang bagus buat perusahaan, terlepas di saat itu saya berpandangan bahwa masa depan profesi saya tidak terjamin di perusahaan tersebut.</font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal;"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Ade adalah representasi karyawan dimana loyalitas totalnya ada pada profesi dan bukan pada perusahaan. Karyawan model Ade jumlahnya semakin hari semakin banyak. </font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal;"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Walaupun mereka sering gonta-ganti perusahaan tetapi toch mereka tetap aja diminati oleh pencari karyawan (perusahaan)? Mereka memiliki passion yang tinggi dalam menjalani profesinya. Adaptivitas mereka sudah teruji, buktinya mereka bisa dengan mudahnya berbaur dengan bermacam situasi perusahaan dan tetap berkontribusi dengan baik. Mereka sangat profesional, fokus, terbiasa dengan berbagai macam konflik, dan seterusnya.</font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal;"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Sebagai karyawan, apakah anda se-tipikal dengan Ade ataukah berbeda? Dan bila berbeda, sudah sejauh manakah upaya anda dalam menjaga dan meningkatkan produktivitas anda di perusahaan tersebut? Jangan sampai sekedar loyal pada perusahaan namun kontribusi produktivitasnya dibawah dari yang diharapkan —bila ini yang terjadi maka ekspresi loyalitasnya adalah loyalitas semu.</font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal;"><span style="-webkit-font-kerning: none;"><font face="Verdana">Dan sebagai perusahaan, apakah anda akan tetap menuntut loyalitas karyawan dengan perspektif loyal pada perusahaan ataukah loyal pada profesi? Sudah sejauh manakah adaptasi perusahaan anda terhadap karyawan-karyawan yang semodel dengan Ade? </font></span></p>

Menuntut loyalitas karyawan bagi perusahaan adalah hal yang wajar-wajar saja. Semua perusahaan menginginkan loyalitas karyawannya agar kesinambungan perusahaan berjalan dengan baik. Perspektif loyalitas disini adalah tetap bersama perusahaan walaupun perusahaan dalam kondisi apapun.

Dengan demikian bila ada karyawan menyampaikan rencana masa depannya tidak tetap bersama perusahaan maka yang bersangkutan akan mendapatkan respon yang terkesan tidak mengenakkan; entah itu berupa pelototan mata yang tersamar, senyuman sinis, bahkan teguran lisan dengan mengatakan tidak elok-lah, dan lain sebagainya. Cibiran makin bila hal tersebut disampaikan di forum formal. 

Mereka yang memberikan respon yang tidak mengenakkan tersebut beranggapan bahwa perusahaan sudah cape-cape merekrut yang bersangkutan, lalu memberikan berbagai pelatihan, fasilitas, dan benefit yang lainnya…. kok dibalas dengan ketidaksetiaan. Itu namanya pengkhianatan… Itu namanya air susu dibalas dengan air toba. Ups, tuduhan yang berat.

Namun demikian di zaman kekinian, tuntutan perusahaan untuk mendapatkan loyalitas karyawan dengan perspektif loyalitas sebagaimana tersebut diatas sudah semakin sulit. Karyawan di zaman sekarang memiliki perspektif loyalitas yang berbeda.  

Mereka berpandangan bahwa loyalitas sudah selayaknya tidak diberikan ke perusahaan sebagai institusi namun loyalitas hanya patut diberikan ke profesi yang diminati. Ya, mereka hanya loyal pada profesinya. Mereka kurang peduli dengan apa yang terjadi pada perusahaannya namun amat sangat peduli dengan profesi yang saat ini diminati. Selama profesi yang menjadi minatnya memiliki dinamika yang masih sesuai dengan harapannya maka yang bersangkutan akan tetap bersama perusahaan namun bila sebaliknya maka dengan mudahnya mereka meninggalkan perusahaan tersebut, terlepas apapun kondisi perusahaan. 


Mereka betul-betul loyal hanya pada profesi dan sama sekali tidak loyal pada perusahaan. Kebersamaan mereka bersama perusahaan sangat bergantung pada apakah perusahaan menaruh perhatian yang sama besar untuk menghargai dan mengembangkan profesi yang saat ini diminatinya. 

Ade adalah seorang manajer lini pertama departemen tertentu di sebuah perusahaan importir makanan minuman yang cukup terkenal. Di umurnya yang belum mencapai angka 30, yang bersangkutan sudah bergonta ganti perusahaan. Perusahaan yang sekarang adalah perusahaan yang ke 6. Ade baru bergabung kurang 3 bulan dengan perusahaan keenam tersebut. Walaupun bergabung kurang dari 3 bulan namun ternyata yang bersangkutan sudah merencanakan untuk berpindah lagi. 

Ade sangat antusias bertemu dengan sejumlah headhunter yang telah menghubunginya dan beberapa diantaranya berlanjut untuk ketemu dengan klien sang headhunter. Mengapa Ade sangat antusias melakukan hal tersebut? Ade merasa bahwa tanggung jawab yang diberikan padanya kurang menantang dalam mengembangkan profesi yang diminatinya, terlalu banyak batasan. Ade merasa bahwa profesinya tidak bakal berkembang kalau berlama-lama di perusahaan ini. Dan memang tak lama kemudian Ade sudah pindah ke perusahaan lainnya. 

Namun demikian bukan berarti Ade tidak pernah tinggal cukup lama di perusahaan tertentu. Ade pernah bersama suatu perusahaan hingga 3 tahun lamanya, hal ini terjadi karena Ade merasa bahwa profesi yang diminatinya mendapatkan perhatian yang cukup besar dari perusahaan hingga yang bersangkutan sangat antusias mengasah kemampuan dan keahliannya dalam menekuni profesi yang diminatinya. 

Bagi Ade, gonta ganti perusahaan adalah hal yang amat wajar. Dengan loyal pada profesi maka otomatis saya akan bersungguh-sungguh menjalankan profesi tersebut. Kesungguhan saya tersebut tentunya akan menghasilkan produktivitas yang menjadi fokus perusahaan. Loyalitas saya pada profesi akhirnya toch menguntungkan perusahaan.

Saya tidak risau dengan berapa lama saya bergabung dengan perusahaan. Walaupun saya bergabung hanya 3 - 6 bulan, saya serius menjalani profesi saya sehingga dalam kurun waktu yang singkat tersebut saya tetap memberikan kontribusi yang bagus buat perusahaan, terlepas di saat itu saya berpandangan bahwa masa depan profesi saya tidak terjamin di perusahaan tersebut.

Ade adalah representasi karyawan dimana loyalitas totalnya ada pada profesi dan bukan pada perusahaan. Karyawan model Ade jumlahnya semakin hari semakin banyak. 

Walaupun mereka sering gonta-ganti perusahaan tetapi toch mereka tetap aja diminati oleh pencari karyawan (perusahaan)? Mereka memiliki passion yang tinggi dalam menjalani profesinya. Adaptivitas mereka sudah teruji, buktinya mereka bisa dengan mudahnya berbaur dengan bermacam situasi perusahaan dan tetap berkontribusi dengan baik. Mereka sangat profesional, fokus, terbiasa dengan berbagai macam konflik, dan seterusnya.

Sebagai karyawan, apakah anda se-tipikal dengan Ade ataukah berbeda? Dan bila berbeda, sudah sejauh manakah upaya anda dalam menjaga dan meningkatkan produktivitas anda di perusahaan tersebut? Jangan sampai sekedar loyal pada perusahaan namun kontribusi produktivitasnya dibawah dari yang diharapkan —bila ini yang terjadi maka ekspresi loyalitasnya adalah loyalitas semu.

Dan sebagai perusahaan, apakah anda akan tetap menuntut loyalitas karyawan dengan perspektif loyal pada perusahaan ataukah loyal pada profesi? Sudah sejauh manakah adaptasi perusahaan anda terhadap karyawan-karyawan yang semodel dengan Ade? 



Ulasan Pembaca



Silahkan LOGIN dan berikan ulasan atau diskusi yang positif.