Inisiatif yang dipertanyakan

<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(0, 0, 0); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="-webkit-font-kerning: none;"><font face="Verdana">Saya adalah manajer madya dan bekerja di perusahaan yang sama lumayan cukup lama. Kami semua saat ini menyadari bahwa pasar kami akan mengalami perubahan yang cukup luar biasa. Dalam analisis kami, akan terjadi perubahan pasar yang bakal berefek pada pendapatan perusahaan bila perusahaan tidak melakukan gerakan-gerakan penataan dan pendekatan yang berbeda dari sebelum-sebelumnya.</font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(0, 0, 0); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Saya beserta sebagian anggota tim sudah mencoba untuk memberikan masukan-masukan agar kita mulai melakukan sesuatu yang berbeda. Bahkan dalam kondisi tertentu saya beserta tim agak nekad melakukan inisitiatif. Namun sayangnya justru inisiatif kami dipertanyakan bahkan dicela dan dipersalahkan oleh atasan kami.</font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(0, 0, 0); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Kamipun akhirnya tidak berani lagi melakukan hal yang sama. Kami hanya sebatas memberikan masukan-masukan saja. Namun masukan-masukan kami-pun pada akhirnya dianggap angin lalu belaka. </font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(0, 0, 0); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Lucunya kami beberapa kali mendapatkan sejumlah pelatihan-pelatihan pengembangan kompetensi dari pihak luar. Konten pelatihannya cukup bagus dan menginspirasi kami namun sayangnya pelatihan-pelatihan itu  menjadi percuma saja karena toh pasti tidak bisa diterapkan di tempat kami dengan alasan sebagaimana tersebut diatas.</font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(0, 0, 0); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Saya sebagai pribadi sebetulnya sudah mengarah pada sikap apatis, dah lakukan saja pekerjaan rutin sebagaimana biasanya aja…egp. Namun disisi lain saya merasakan aktualilsasi diri amat sangat terganggu.</font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(0, 0, 0); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Adakah insight yang bisa saya pertimbangkan?</font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(0, 0, 0); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="-webkit-font-kerning: none;"><font face="Verdana">Thanks - Sulis</font></span></p>

Saya adalah manajer madya dan bekerja di perusahaan yang sama lumayan cukup lama. Kami semua saat ini menyadari bahwa pasar kami akan mengalami perubahan yang cukup luar biasa. Dalam analisis kami, akan terjadi perubahan pasar yang bakal berefek pada pendapatan perusahaan bila perusahaan tidak melakukan gerakan-gerakan penataan dan pendekatan yang berbeda dari sebelum-sebelumnya.

Saya beserta sebagian anggota tim sudah mencoba untuk memberikan masukan-masukan agar kita mulai melakukan sesuatu yang berbeda. Bahkan dalam kondisi tertentu saya beserta tim agak nekad melakukan inisitiatif. Namun sayangnya justru inisiatif kami dipertanyakan bahkan dicela dan dipersalahkan oleh atasan kami.

Kamipun akhirnya tidak berani lagi melakukan hal yang sama. Kami hanya sebatas memberikan masukan-masukan saja. Namun masukan-masukan kami-pun pada akhirnya dianggap angin lalu belaka. 

Lucunya kami beberapa kali mendapatkan sejumlah pelatihan-pelatihan pengembangan kompetensi dari pihak luar. Konten pelatihannya cukup bagus dan menginspirasi kami namun sayangnya pelatihan-pelatihan itu  menjadi percuma saja karena toh pasti tidak bisa diterapkan di tempat kami dengan alasan sebagaimana tersebut diatas.

Saya sebagai pribadi sebetulnya sudah mengarah pada sikap apatis, dah lakukan saja pekerjaan rutin sebagaimana biasanya aja…egp. Namun disisi lain saya merasakan aktualilsasi diri amat sangat terganggu.


Adakah insight yang bisa saya pertimbangkan?

Thanks - Sulis



Ulasan Pembaca


Pengirim: George Rifai | Tanggal: 2019-03-13

Sebelumnya mohon maaf bila kami cukup lama dalam merespon pertanyaan diatas. 

Perbedaan pandangan dalam menjalankan organisasi bisnis adalah merupakan hal yang biasa saja. Namun demikian perbedaan yang biasa-biasa tersebut bisa merubah menjadi luar biasa bila sudah masuk pada ranah perasaan dan ini yang barangkali terjadi pada diri anda. Dan karenanya kegalauan anda sangat bisa dimaklumi dan secara pribadi saya sangat bersimpati pada anda.

Saat kita menjadi pekerja, banyak hal yang menjadi pencetus kegalauan; apakah itu disebabkan karena performance gap, insight gap, attitude gap, action gap, dan berbagai gap lainnya. Sejumlah gap akan selalu bermunculan di sepanjang perjalanan profesional kita. Hal ini tidak bisa dihilangkan. Yang bisa dilakukan hanyalah mengelolanya.

Gap-gap tersebut sebetulnya berfungsi positif jika terkelola dengan baik namun akan berfungsi negatif jika tidak mendapatkan pengelolaan yang tepat. Dan karenanya sangat wajar bila gap-gap yang muncul menimbulkan kegemasan dan kecemasan. 

Pemahaman anda tentang berbagai tantangan perubahan mempermudah anda melihat gap-gap yang bakal dihadapi oleh perusahaan. Dan gap-gap inilah yang membuat anda cemas dan gemas. Kecemasan dan kegemasan inilah yang mendorong anda bereaksi dan melakukan gerakan-gerakan inisiatif. Namun sayang, inisiatif anda tidak direspon dengan baik. Kenapa? Barangkali belum ada kesamaan persepsi antara anda dan pemangku kepentingan lain yang ada di perusahaan anda tentang perubahan-perubahan yang anda lihat beserta gap yang ditimbukannya. 

Memang anda sudah berupaya memberikan masukan namun coba di evaluasi terlebih dahulu…barangkali masukan anda tidak cukup lengkap data dan anlisisnya sehingga mereka belum bisa menerima masukan-masukan anda. Coba tanya ke mereka; apakah mereka membutuhkan data-data tambahan ataupun analisis-analisis tambahan yang akan membuat mereka semakin yakin dengan masukan-masukan anda. Prinsipnya adalah bila anda ingin mempengaruhi mereka maka lakukan melalui ruang lingkup pikiran mereka. Jangan merubah mereka hanya dengan berbasiskan pikiran anda saja. Selami pikiran mereka dan berbasiskan hal tersebut, carilah bahan untuk mempengaruhi mereka.

Kejelian dan kesabaran anda-lah penentu keberhasilan dalam penyamaan persepsi dan selanjutnya akan mempermudah merubah pikiran dan tindakan mereka. Dan dengan demikian, inisiatif-initiatif yang anda lakukan akan di okay-kan bahkan bakal mendapatkan support yang besar.

Saya berharap kebaperan anda tidak dalam level yang tinggi sehingga anda bisa mundur sejenak untuk mengevaluasi dan selanjutnya merevisi pengelolaan gap-gap yang ada. 

Namun bila level baper anda sudah level tinggi dan karenanya perasaan anda mulai tersakiti…maka saran saya cuma satu: BERHIJRAHLAH agar rasa sakit anda tidak semakin akut.

Salam sukses Bizente, semoga penjelasan diatas bermanfaat.


Silahkan LOGIN dan berikan ulasan atau diskusi yang positif.