BERHARAP

<p style="text-align:justify">Sudah tahu musim HUJAN... Sudah tahu cuaca MENDUNG dan BERKABUT... Kamera tetap dipasang menantikan sang matahari menampakkan wajahnya. </p>

<p style="text-align:justify">Sudah tahu waktu terbitnya matahari telah lewat... Mendung dan kabutpun tetap tebal menutupi matahari. Kamerapun tetap ditempatnya. Sejumlah orangpun tetap di tempatnya, menanti matahari berbaik hati memunculkan sinar paginya. Diantara mereka tetap saja BERHARAP bisa melihat terbitnya matahari...</p>

<p style="text-align:justify">Itulah kondisi yang terjadi di berbagai lokasi wisata yang telah menjadi spot menarik dalam melihat terbitnya matahari. Mereka BERHARAP bisa melihat dan mengabadikan momen langka tersebut. Mereka berlomba-lomba bisa mendapatkan pemandangan terbitnya matahari dengan <em>view</em> yang paling menarik. Sebetulnya mereka tahu bahwa untuk bisa mendapatkan <em>view</em> yang menarik tentunya adalah dikala musim yang cerah di bulan-bulan tertentu namun toch musim apapun mereka tidak perduli. Siapa tahu di tengah musim hujanpun mereka akan mendapatkan keajaiban. HARAPAN memang menjadi penunjang dinamisme seseorang.</p>

<p style="text-align:justify">Dinamika kehidupan seseorang memang terletak pada seberapa besar HARAPAN yang ada di dirinya. Semakin besar HARAPAN yang ada di diri seseorang maka semakin dinamislah dirinya bergerak, demikian juga sebaliknya.</p>

<p style="text-align:justify">Diantara kita, ada yang memiliki harapan yang besar dan yang bersangkutan terus gigih berupaya mewujudkan harapan tersebut... apapun rintangan yang ada. Ada pula yang cepat merasa lelah dalam mewujudkan harapan yang diinginkannya hingga akhirnya cepat menyerah.  </p>

<p style="text-align:justify">Diantara kita, ada yang begitu lentur dalam mencari dan merubah cara dalam mewujudkan harapan... namun ada yang begitu kaku dan kukuh dengan hanya satu cara saja dalam mewujudkan harapan...</p>

<p style="text-align:justify">Diantara kita, ada yang begitu pandai mengelola perasaannya disaat harapan tidak sesuai dengan kenyataan... dan ada pula yang sebaliknya yakni begitu buruk dalam mengelola perasaannya.</p>

<p style="text-align:justify">Diantara kita, ada yang begitu pandai memilih waktu yang tepat tentang kapan terus mengejar harapan yang sama dan kapan melepaskan harapan tersebut, selanjutnya mengganti dengan harapan baru.... dan ada pula yang sebaliknya yakni tidak tahu kapan harus melepas harapan yang sama serta sekaligus tidak tahu kapan harus memiliki harapan baru.</p>

<p style="text-align:justify">Satu hal yang tidak bisa dipungkiri, sukses tidaknya seseorang sangat tergantung pada bagaimana dirinya menetapkan dan mengelola harapan yang ada pada dirinya.  </p>

Sudah tahu musim HUJAN... Sudah tahu cuaca MENDUNG dan BERKABUT... Kamera tetap dipasang menantikan sang matahari menampakkan wajahnya. 

Sudah tahu waktu terbitnya matahari telah lewat... Mendung dan kabutpun tetap tebal menutupi matahari. Kamerapun tetap ditempatnya. Sejumlah orangpun tetap di tempatnya, menanti matahari berbaik hati memunculkan sinar paginya. Diantara mereka tetap saja BERHARAP bisa melihat terbitnya matahari...

Itulah kondisi yang terjadi di berbagai lokasi wisata yang telah menjadi spot menarik dalam melihat terbitnya matahari. Mereka BERHARAP bisa melihat dan mengabadikan momen langka tersebut. Mereka berlomba-lomba bisa mendapatkan pemandangan terbitnya matahari dengan view yang paling menarik. Sebetulnya mereka tahu bahwa untuk bisa mendapatkan view yang menarik tentunya adalah dikala musim yang cerah di bulan-bulan tertentu namun toch musim apapun mereka tidak perduli. Siapa tahu di tengah musim hujanpun mereka akan mendapatkan keajaiban. HARAPAN memang menjadi penunjang dinamisme seseorang.

Dinamika kehidupan seseorang memang terletak pada seberapa besar HARAPAN yang ada di dirinya. Semakin besar HARAPAN yang ada di diri seseorang maka semakin dinamislah dirinya bergerak, demikian juga sebaliknya.

Diantara kita, ada yang memiliki harapan yang besar dan yang bersangkutan terus gigih berupaya mewujudkan harapan tersebut... apapun rintangan yang ada. Ada pula yang cepat merasa lelah dalam mewujudkan harapan yang diinginkannya hingga akhirnya cepat menyerah.  


Diantara kita, ada yang begitu lentur dalam mencari dan merubah cara dalam mewujudkan harapan... namun ada yang begitu kaku dan kukuh dengan hanya satu cara saja dalam mewujudkan harapan...

Diantara kita, ada yang begitu pandai mengelola perasaannya disaat harapan tidak sesuai dengan kenyataan... dan ada pula yang sebaliknya yakni begitu buruk dalam mengelola perasaannya.

Diantara kita, ada yang begitu pandai memilih waktu yang tepat tentang kapan terus mengejar harapan yang sama dan kapan melepaskan harapan tersebut, selanjutnya mengganti dengan harapan baru.... dan ada pula yang sebaliknya yakni tidak tahu kapan harus melepas harapan yang sama serta sekaligus tidak tahu kapan harus memiliki harapan baru.

Satu hal yang tidak bisa dipungkiri, sukses tidaknya seseorang sangat tergantung pada bagaimana dirinya menetapkan dan mengelola harapan yang ada pada dirinya.  



Ulasan Pembaca



Silahkan LOGIN dan berikan ulasan atau diskusi yang positif.