Sifat kekanakan orang dewasa

<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="-webkit-font-kerning: none;"><font face="Verdana">Sifat anak-anak yang ditampilkan di usia anak-anak amatlah menyenangkan namun demikian sifat anak-anak yang ditampilkan di usia bukan anak-anak, apalagi di usia dewasa sesungguhnya amatlah menjengkelkan. Bukannya tidak boleh menampilkan sifat kekanakan di usia dewasa namun demikian jangan di semua kesempatan tampilan sifat kekanakannya muncul karena hal ini tentunya akan sangat menjengkelkan orang-orang yang ada di seputarnya, apalagi di dunia kerja. Tidak sekedar menimbulkan kejengkelan semata, sifat kekanakan akan menimbulkan sejumlah persoalan lainnya: memperlambat penyelesaian kerja, munculnya berbagai penundaan, disharmonisasi tim kerja, dan seterusnya.</font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Label ketidakmatangan sering diberikan pada mereka yang menunjukkan sifat kekanak-kanakan di usia dewasa. Label yang sesungguhnya tidak mengenakkan bagi siapapun.  Label yang semestinya tidak menempel pada usia dewasa karena dengan bertambahnya usia semestinya kematangan dirinya semakin terbentuk. Namun ternyata sesuatu yang ideal tidak berjalan sebagaimana semestinya. Pertambahan usia tidak identik dengan pertambahan kematangan diri.</font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Sejumlah sifat kekanakan yang muncul di usia dewasa, diantaranya adalah sebagai berikut:</font></span></p>
<ul>
<li style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(51, 51, 51);"><span style="font-kerning: none; background-color: #ffffff"><font face="Verdana"><b>Impulsif</b>. Impulsif adalah melakukan sesuatu dengan tergesa-gesa atau dengan kata lain cepat bereaksi terhadap segala sesuatu yang ada di seputarnya. Mereka yang impulsif cenderung bereaksi secara tak terkontrol dalam merespon apa yang terjadi. Mereka bereaksi tanpa memikirkan konsekuensi atas reaksi dirinya tersebut. Dalam kondisi ini, proses berpikir rasional tidak terjadi atau terabaikan.</font></span></li>
</ul>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Sifat dominan anak-anak adalah impulsif dalam bereaksi terhadap dinamika yang berada di seputar mereka. Bagi mereka yang penting adalah bereaksi untuk mendapatkan apa yang diinginkan.</font></span></p>
<ul>
<li style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(51, 51, 51);"><span style="font-kerning: none; background-color: #ffffff"><font face="Verdana"><b>Melanggar batasan orang lain</b>. Seringkali kita melihat di usia kanak-kanak, mereka saling berebutan mainan. Dalam masa kanak-kanak, mereka sering mengambil barang mainan anak lain karena mereka menyukai barang tersebut tanpa mereka peduli barang tersebut miliknya atau bukan. </font></span></li>
</ul>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Di usia kanak-kanak, mereka belum mengerti batasan dirinya dan orang lain. Mereka hanya memahami apa yang diinginkannya tanpa peduli apa yang diinginkan orang lain. Mereka hanya berpikir tentang dirinya belaka sehingga melanggar batasan-batasan orang lain tidaklah masalah asal dirinya mendapatkan apa yang diinginkannya. </font></span></p>
<ul>
<li style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(51, 51, 51);"><span style="font-kerning: none; background-color: #ffffff"><font face="Verdana"><b>Mencela dan menyalahkan yang lainnya</b>. Bila segala sesuatu tidak berjalan sebagaimana yang seharusnya ataupun sebagaimana yang diinginkannya maka anak-anak cenderung mencela dan menyalahkan orang lain. Mereka lebih sering memposisikan bahwa dirinya benar. Orang lainlah sebagai penyebab segala sesuatu tidak berjalan sebagaimana semestinya. Ekspresi yang sering muncul adalah: saya berbuat ini karena dirimu……. Sebuah gaya defensif yang sebetulnya adalah ofensif alias menyerang orang lain.</font></span></li>
<li style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(51, 51, 51);"><span style="font-kerning: none; background-color: #ffffff"><font face="Verdana"><b><i>Moody, </i>suka merajuk, dan mengeluh</b>. Emosi di usia kanak-kanak tidaklah stabil. Emosinya sering cepat berubah. Merajuk, cemberut, mengeluh, dan mengamuk adalah hal yang mudah dilakukannya, kapan saja dan dimana saja. Segala hal yang tidak mereka sukai akan menjadi pendorong kuat untuk <i>moody</i>, merajuk, mengeluh, dan bahkan mengamuk.  </font></span></li>
</ul>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255); min-height: 15px;"><font face="Verdana"><span style="font-kerning: none"></span><br></font></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Kemunculan sifat kekanak-kanakan akan menimbulkan berbagai efek di dunia kerja, sayangnya efek yang muncul bukanlah efek positif namun cenderung efek yang negatif. Diantara efek negatif adalah:</font></span></p>
<ul>
<li style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(51, 51, 51);"><span style="font-kerning: none; background-color: #ffffff"><font face="Verdana">Akan sering bermunculan berbagai drama. Drama yang dimaksud disini adalah sikap berlebihan yang tidak semestinya dalam merespon apa yang sedang terjadi. </font></span></li>
<li style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(51, 51, 51);"><span style="font-kerning: none; background-color: #ffffff"><font face="Verdana">Akan muncul berbagai tindakan menghindari segala sesuatu yang tidak disukainya. Hal ini memunculkan persepsi bahwa dirinya adalah pemalas. Dan tentunya pemalas tidaklah disukai kehadirannya di dunia kerja. Disamping, malas akan mempengarungi kemampuan dirinya untuk bekerja secara optimal. </font></span></li>
<li style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(51, 51, 51);"><span style="font-kerning: none; background-color: #ffffff"><font face="Verdana">Ego sentris. Mereka yang bersifat kekanak-kanakan cenderung lebih mementingkan dirinya sendiri. Mereka akan dipersepsikan sebagai orang yang egois. Segala sesuatu hanya dilihat dari kaca mata dirinya sendiri. Bertindak berbasiskan pada kepentingan dirinya semata. Dan semuanya dilakukan karena dirinyalah yang benar, sementara yang lainnya dalam posisi salah.</font></span></li>
<li style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(51, 51, 51);"><span style="font-kerning: none; background-color: #ffffff"><font face="Verdana">Dan sebagainya.</font></span></li>
</ul>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255); min-height: 15px;"><font face="Verdana"><span style="font-kerning: none"></span><br></font></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Bagaimana mengatasi sifat kekanak-kanakan di dunia kerja ?     </font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Bagi mereka yang masih memainkan peran kekanak-kanakan: berfokuslah pada kekuatan-kekuatan yang dimiliki sambil mengevaluasi diri, sifat kekanakan yang manakah yang seringkali muncul dan dalam kondisi seperti apakah hal ini muncul ? Apa yang sebaiknya dilakukan agar sifat kekanakan ini tidak terus menerus muncul ? Belajarlah untuk menumbuhkan dan mengembangkan kedewasaan diri. </font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 5px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(51, 51, 51); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="-webkit-font-kerning: none;"><font face="Verdana">Bagi mereka yang berinteraksi dengan lingkungan yang masih menampilkan dunia kekanakan, jangan terkejut dan terlalu mempertanyakan sifat kekanakan yang sedang muncul apalagi mencela secara berlebihan. Hati-hati, dengan respon anda, jangan-jangan respon anda juga bermuatan kekanak-kanakan. Lebih baik fokus pada pengembangan kematangan diri sendiri daripada terlalu berupaya merubah orang lain yang sedang memainkan peran kekanak-kanakan. Bilapun anda tergoda untuk merubah orang lain tersebut, lakukan secara privat. Tanyakan, alasan kenapa yang bersangkutan memainkan peran kekanak-kanakan dalam merespon apa yang sedang terjadi ? Tanyakan, apa saja kemungkinan respon dari orang-orang diluar dirinya saat dirinya memainkan peran kekanak-kanakan ? Tanyakan, apakah respon-respon tersebut adalah hal yang diinginkannya ? Tanyakan, alternatif peran yang bisa dimainkan selain peran kekanak-kanakan ? Dan seterusnya. Ingat, jangan menghujat yang bersangkutan dan jangan justru ikut dalam permainan peran kekanak-kanakan.</font></span></p>

Sifat anak-anak yang ditampilkan di usia anak-anak amatlah menyenangkan namun demikian sifat anak-anak yang ditampilkan di usia bukan anak-anak, apalagi di usia dewasa sesungguhnya amatlah menjengkelkan. Bukannya tidak boleh menampilkan sifat kekanakan di usia dewasa namun demikian jangan di semua kesempatan tampilan sifat kekanakannya muncul karena hal ini tentunya akan sangat menjengkelkan orang-orang yang ada di seputarnya, apalagi di dunia kerja. Tidak sekedar menimbulkan kejengkelan semata, sifat kekanakan akan menimbulkan sejumlah persoalan lainnya: memperlambat penyelesaian kerja, munculnya berbagai penundaan, disharmonisasi tim kerja, dan seterusnya.

Label ketidakmatangan sering diberikan pada mereka yang menunjukkan sifat kekanak-kanakan di usia dewasa. Label yang sesungguhnya tidak mengenakkan bagi siapapun.  Label yang semestinya tidak menempel pada usia dewasa karena dengan bertambahnya usia semestinya kematangan dirinya semakin terbentuk. Namun ternyata sesuatu yang ideal tidak berjalan sebagaimana semestinya. Pertambahan usia tidak identik dengan pertambahan kematangan diri.

Sejumlah sifat kekanakan yang muncul di usia dewasa, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Impulsif. Impulsif adalah melakukan sesuatu dengan tergesa-gesa atau dengan kata lain cepat bereaksi terhadap segala sesuatu yang ada di seputarnya. Mereka yang impulsif cenderung bereaksi secara tak terkontrol dalam merespon apa yang terjadi. Mereka bereaksi tanpa memikirkan konsekuensi atas reaksi dirinya tersebut. Dalam kondisi ini, proses berpikir rasional tidak terjadi atau terabaikan.

Sifat dominan anak-anak adalah impulsif dalam bereaksi terhadap dinamika yang berada di seputar mereka. Bagi mereka yang penting adalah bereaksi untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

  • Melanggar batasan orang lain. Seringkali kita melihat di usia kanak-kanak, mereka saling berebutan mainan. Dalam masa kanak-kanak, mereka sering mengambil barang mainan anak lain karena mereka menyukai barang tersebut tanpa mereka peduli barang tersebut miliknya atau bukan. 

Di usia kanak-kanak, mereka belum mengerti batasan dirinya dan orang lain. Mereka hanya memahami apa yang diinginkannya tanpa peduli apa yang diinginkan orang lain. Mereka hanya berpikir tentang dirinya belaka sehingga melanggar batasan-batasan orang lain tidaklah masalah asal dirinya mendapatkan apa yang diinginkannya. 


  • Mencela dan menyalahkan yang lainnya. Bila segala sesuatu tidak berjalan sebagaimana yang seharusnya ataupun sebagaimana yang diinginkannya maka anak-anak cenderung mencela dan menyalahkan orang lain. Mereka lebih sering memposisikan bahwa dirinya benar. Orang lainlah sebagai penyebab segala sesuatu tidak berjalan sebagaimana semestinya. Ekspresi yang sering muncul adalah: saya berbuat ini karena dirimu……. Sebuah gaya defensif yang sebetulnya adalah ofensif alias menyerang orang lain.
  • Moody, suka merajuk, dan mengeluh. Emosi di usia kanak-kanak tidaklah stabil. Emosinya sering cepat berubah. Merajuk, cemberut, mengeluh, dan mengamuk adalah hal yang mudah dilakukannya, kapan saja dan dimana saja. Segala hal yang tidak mereka sukai akan menjadi pendorong kuat untuk moody, merajuk, mengeluh, dan bahkan mengamuk.  


Kemunculan sifat kekanak-kanakan akan menimbulkan berbagai efek di dunia kerja, sayangnya efek yang muncul bukanlah efek positif namun cenderung efek yang negatif. Diantara efek negatif adalah:

  • Akan sering bermunculan berbagai drama. Drama yang dimaksud disini adalah sikap berlebihan yang tidak semestinya dalam merespon apa yang sedang terjadi. 
  • Akan muncul berbagai tindakan menghindari segala sesuatu yang tidak disukainya. Hal ini memunculkan persepsi bahwa dirinya adalah pemalas. Dan tentunya pemalas tidaklah disukai kehadirannya di dunia kerja. Disamping, malas akan mempengarungi kemampuan dirinya untuk bekerja secara optimal. 
  • Ego sentris. Mereka yang bersifat kekanak-kanakan cenderung lebih mementingkan dirinya sendiri. Mereka akan dipersepsikan sebagai orang yang egois. Segala sesuatu hanya dilihat dari kaca mata dirinya sendiri. Bertindak berbasiskan pada kepentingan dirinya semata. Dan semuanya dilakukan karena dirinyalah yang benar, sementara yang lainnya dalam posisi salah.
  • Dan sebagainya.


Bagaimana mengatasi sifat kekanak-kanakan di dunia kerja ?     

Bagi mereka yang masih memainkan peran kekanak-kanakan: berfokuslah pada kekuatan-kekuatan yang dimiliki sambil mengevaluasi diri, sifat kekanakan yang manakah yang seringkali muncul dan dalam kondisi seperti apakah hal ini muncul ? Apa yang sebaiknya dilakukan agar sifat kekanakan ini tidak terus menerus muncul ? Belajarlah untuk menumbuhkan dan mengembangkan kedewasaan diri. 

Bagi mereka yang berinteraksi dengan lingkungan yang masih menampilkan dunia kekanakan, jangan terkejut dan terlalu mempertanyakan sifat kekanakan yang sedang muncul apalagi mencela secara berlebihan. Hati-hati, dengan respon anda, jangan-jangan respon anda juga bermuatan kekanak-kanakan. Lebih baik fokus pada pengembangan kematangan diri sendiri daripada terlalu berupaya merubah orang lain yang sedang memainkan peran kekanak-kanakan. Bilapun anda tergoda untuk merubah orang lain tersebut, lakukan secara privat. Tanyakan, alasan kenapa yang bersangkutan memainkan peran kekanak-kanakan dalam merespon apa yang sedang terjadi ? Tanyakan, apa saja kemungkinan respon dari orang-orang diluar dirinya saat dirinya memainkan peran kekanak-kanakan ? Tanyakan, apakah respon-respon tersebut adalah hal yang diinginkannya ? Tanyakan, alternatif peran yang bisa dimainkan selain peran kekanak-kanakan ? Dan seterusnya. Ingat, jangan menghujat yang bersangkutan dan jangan justru ikut dalam permainan peran kekanak-kanakan.



Ulasan Pembaca



Silahkan LOGIN dan berikan ulasan atau diskusi yang positif.