Happy Idul Fitri, kegembiraan dan kesedihan

<div style="font-weight: normal; font-style: normal; text-align: justify;"><font face="Verdana">Bulan yang penuh keberkahan, bulan yang penuh dengan pelipatgandaan pahala, bulan yang penuh ampunan, bulan dimana dalam 1 harinya setara dengan 1000 bulan, bulan super istimewa dalam satu tahun...telah berakhir. Ada rasa gembira karena kita telah berhasil menunaikan puasa satu bulan penuh namun dibalik kegembiraan ini terdapat kesedihan yang membuncah... mengingat kita harus berpisah dengan bulan super istimewa tersebut.</font></div><div style="font-weight: normal; font-style: normal; text-align: justify;"><font face="Verdana"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="Verdana">Tersisalah satu pertanyaan besar bagi kita masing-masing: adakah peningkatan ketakwaan di diri kita setelah menjalankah ibadah puasa Ramadhan 1438 H ? Edisi editorial akhir Ramadhan 1438 H berjudul <i><b>Perubahan adalah salah satu tanda keberhasilan</b></i> (www.bizente.com/index.php?modul=detail-konten&id=129), telah membahas mengenai hal ini. Dalam perspektif yang lebih besar... selama perjalanan kehidupan kita hingga detik ini: apakah dari Ramadhan satu ke Ramadhan berikutnya, derajat fatih dan alim kita meningkat ? Sungguh cilaka dan merugilah kita bila ternyata derajat fatih dan alim kita stagnan bahkan merosot dari masa Ramadhan satu ke masa Ramadhan berikutnya. Di tengah hiruk pikuk mudik dan bergembira ria di hari Idul Fitri 1438 H ini, mari sejenak instropeksi tentang perjalanan kadar fatih dan alim kita masing-masing.  </font></div><div style="font-weight: normal; font-style: normal; text-align: justify;"><font face="Verdana"><br></font></div><div style="font-weight: normal; font-style: normal; text-align: justify;"><font face="Verdana">Dan di tengah-tengah instropeksi diri, Bizente mengucapkan TAQABBALALLAHU MINNA WAMINKUM. Semoga kita semua dipertemukan dengan Ramadhan tahun berikutnya dan selalu mendapatkan bimbingan-Nya agar ketakwaan kita kepada-Nya meningkat dari waktu ke waktu.</font></div>

Bulan yang penuh keberkahan, bulan yang penuh dengan pelipatgandaan pahala, bulan yang penuh ampunan, bulan dimana dalam 1 harinya setara dengan 1000 bulan, bulan super istimewa dalam satu tahun...telah berakhir. Ada rasa gembira karena kita telah berhasil menunaikan puasa satu bulan penuh namun dibalik kegembiraan ini terdapat kesedihan yang membuncah... mengingat kita harus berpisah dengan bulan super istimewa tersebut.


Tersisalah satu pertanyaan besar bagi kita masing-masing: adakah peningkatan ketakwaan di diri kita setelah menjalankah ibadah puasa Ramadhan 1438 H ? Edisi editorial akhir Ramadhan 1438 H berjudul Perubahan adalah salah satu tanda keberhasilan (www.bizente.com/index.php?modul=detail-konten&id=129), telah membahas mengenai hal ini. Dalam perspektif yang lebih besar... selama perjalanan kehidupan kita hingga detik ini: apakah dari Ramadhan satu ke Ramadhan berikutnya, derajat fatih dan alim kita meningkat ? Sungguh cilaka dan merugilah kita bila ternyata derajat fatih dan alim kita stagnan bahkan merosot dari masa Ramadhan satu ke masa Ramadhan berikutnya. Di tengah hiruk pikuk mudik dan bergembira ria di hari Idul Fitri 1438 H ini, mari sejenak instropeksi tentang perjalanan kadar fatih dan alim kita masing-masing.  


Dan di tengah-tengah instropeksi diri, Bizente mengucapkan TAQABBALALLAHU MINNA WAMINKUM. Semoga kita semua dipertemukan dengan Ramadhan tahun berikutnya dan selalu mendapatkan bimbingan-Nya agar ketakwaan kita kepada-Nya meningkat dari waktu ke waktu.




Ulasan Pembaca



Silahkan LOGIN dan berikan ulasan atau diskusi yang positif.